"Maling Kandang": Cerita Pengantar Tidur Rakyat

Judul “Maling Kandang”: Cerita Pengantar Tidur Rakyat muncul ketika melihat pemberitaan di televisi (Selasa, 13 Januari 2015) seputar penetapan calon tunggal Kapolri, Komjen Budi Gunawan, sebagai tersangka korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Cuma Catatan Harian Biasa

Tulisan ini cuma catatan harian biasa sebagaimana judul yang terpancang (terpampang, pen) nyata di atas. Sahabat-sahabat kompasianer boleh dengan leluasa memutuskan untuk mau membaca catatan ini atau langsung saja pindah ke lain hati.

Jayalah di Laut, Indonesiaku!

Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) yang memiliki perbandingan luas wilayah laut dan daratan sebesar 70% : 30%. Luas keseluruhan wilayah Indonesia didominasi oleh 2/3 wilayah laut dan hanya 1/3 wilayah daratan.

Panggung Rising Star Indonesia Gagal “Ber-endang-endut”.

Rising Star Indonesia (Only Star Will Rise!) di RCTI, Jumat 28 November 2014, memasuki babak Lucky Seven yang mengusung tema “Dangdut dan Melayu”.

Sakitnya tuh di sini…! Di gigi ini…!

Tulisan ini sengaja dibuat bertele-tele, tidak “to the open” (maksudnya: to the point). Maklum napsu curhat lagi berada di puncak tertinggi! Sebenarnya poin dari tulisan ini adalah “cara mudah dan ampuh menghilangkan rasa sakit di gigi yang sangat membandel/menyiksa.”

Tampilkan postingan dengan label Kupang-NTT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kupang-NTT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2016

Indahnya Kerukunan Antar Umat Beragama di Naikolan-Kupang-NTT


Penampilan Grup Qasidah Masjid Mujahidin Oepura di Gereja Gunung Sinai Naikolan

Untuk kesekian kalinya Kelurahan Naikolan melaksanakan kegiatan syukuran/perayaan lintas agama. Syukuran/perayaan ditujukan untuk seluruh umat/jemaat lintas agama yang ada di wilayah kelurahan Naikolan dan sekitarnya. Acara dimaksud adalah acara Syukur/perayaan Natal, Halal Bihalal Maulid Nabi dan Galungan. Acara yang berlangsung di Rumah Kebaktian Jemaat Gunung Sinai Naikolan ini mengambil tema yang sama dengan Tema Natal Nasional 2015: “Hidup Bersama Sebagai Keluarga Allah.” 

Kamis, 7 Januari 2016 menjadi hari H berlangsungnya kegiatan syukuran/perayaan yang sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan toleransi antar umat beragama yang rekat dan kuat. Acara yang dikemas dalam ibadah/kebaktian bersama ini dipimpin oleh Pdt. Ch. S. V. Lada-Messakh, S.Si.Teol. (Ketua Majelis Jemaat Gunung Sinai Naikolan) serta menghadirkan 4 pembicara/penceramah/pengkhotbah yang mewakili 4 agama yang ada di Kelurahan Naikolan dan sekitarnya: Islam, Katholik, Hindu, dan Kristen.

Paduan Suara Voice of Carmel St. Joseph Naikoten
Rasa kebersamaan dan saling menghargai ditunjukkan oleh keempat pembicara di saat memulai dan mengakhiri khotbah/refleksi mereka masing-masing dalam sebuah tata ibadah yang berlangsung hikmat dan penuh sukacita.  Begitu pula dengan partisipasi dari masing-masing umat lintas agama yang sangat berantusias dalam mengisi liturgy kebaktian dengan puji-pujian dan tarian.

Pernahkah kita membayangkan ada seorang Ustad atau Imam Masjid, Pedanda atau Pendeta Hindu yang memberikan ceramah/refleksi dan/atau berkhotbah di dalam sebuah kebaktian di Gereja? Pernahkah kita mendengarkan ucapan/perkataan/sapaan “Assalamualaikum Wr. Wb.” dan/atau “Om Santi Santi Om” kepada umat/jemaat yang hadir dalam sebuah kebaktian Gereja? Pernahkah kita melihat ada sekelompok pemuda/remaja Masjid yang membawakan/mengisi nyanyian Qasidah dalam sebuah tata ibadah di Gereja? Dan pernahkah kita menyaksikan ada sekelompok penari Bali yang mempersembahkan tarian penyembahan mereka kepada sang Pencipta di dalam sebuah prosesi ibadah di Gereja?

Itulah beberapa pertanyaan yang mustahil untuk mendapatkan jawaban “Ya, pernah!” dari sebagian kita yang masih gemar mempermasalahkan dan/atau mempertentangkan perbedaan.

Tarian Bali Sanggar Giri Agung Kertabuana
Namun, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut baru saja dan/atau sudah terjawab di Kelurahan Naikolan-Kota Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jawaban-jawabannya terlihat jelas dengan berlangsungnya kegiatan syukuran/perayaan Natal bersama lintas agama, acara Halal Bihalal Maulid Nabi Muhammad, dan peringatan hari raya Galungan. Keadaan menjadi lebih berwarna tatkala kehadiran umat/jemaat lintas agama yang lengkap dengan atribut-atribut keagamaan yang menggambarkan keindahan dalam kebersamaan dan keharmonisan. 

Dan sangat jelas terlihat bahwa gambaran kebersamaan dan keharmonisan ini menjadi angin segar yang memberi kesejukan bagi hubungan antar sesama yang sudah lama membara, dan menghadirkan kehangatan bagi kerukunan hidup yang terasa membeku. Kiranya angin segar toleransi dari Naikolan-Kupang-NTT berhembus kuat menjangkau seluruh pelosok negeri penuh warna ini.

Mewakili umat Islam, Ustad Muchsin Thalib (Imam Masjid Mujahidin Oepura), menegaskan bahwa Tuhan menciptakan kita berbeda. Berbeda adalah anugerah (sebutan untuk orang Kristen) dan hidayah (sebutan untuk orang Islam). Keberadaan kita yang berbeda adalah berkah. Dalam perbedaan itu ada keindahan. Oleh sebab itu, mari kita bangun kebersamaan karena kita semua adalah umat Tuhan dan hamba-hamba Tuhan. Damailah bumi, damailah manusia, dan damailah pribadi-pribadi kita. Kita yang berbeda adalah satu keluarga. Mari kita hidup bersaudara karena kita adalah keluarga Allah!

Vocal Group Selemia Voice JGSN
Pada kesempatan berikutnya, mewakili umat Katholik, Romo Contantinus Ntalung, SVD. mengatakan bahwa kita datang untuk berbagi kasih dan sukacita satu dengan yang lainnya. Kita semua yang hadir adalah satu keluarga umat manusia. Kiranya moment perayaan/syukuran ini menjadi tali pengikat persaudaraan dan kekeluargaan kita sebagai keluarga umat manusia yang tinggal di Kelurahan Naikolan, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kita sesungguhnya adalah keluarga umat Allah, dan keluarga umat manusia yang sedang berziarah di muka bumi. 

Pedanda Anak Agung G. S. M. Putra, mewakili umat Hindu (Parisada Hindu Dharma Indonesia) menekankan bahwa semua umat manusia adalah bersaudara, harus saling mencintai. Perbedaan agama adalah sebuah fakta. Berbeda bukan berarti bertentangan. Kita perlu mengembangkan ajaran cinta kasih yang bersumber dari agama kita masing-masing. Kita harus berdialog bukan hanya dengan diri kita sendiri tapi juga dengan sesaama kita yang berbeda. Dialog dilakukan bukan untuk mempertentangkan perbedaan sebagaimana debat yang lebih mementingkan kalah-menang, melainkan untuk memahami perbedaan yang ada. 

Pendeta Elisabeth Maramba-Kebang, S.Th. (Ketua Majelis Jemaat Bethania-Naikolan), mewakili umat Kristen menegaskan bahwa kita sebagai umat manusia, sebagai warga negara adalah satu keluarga Allah. Kita adalah kawan sewarga yang adalah anggota keluarga Allah. Tidak ada di antara kita yang ingin dicap kafir atau pun tidak kudus. Kita adalah adalah anggota keluarga Allah yang harus hidup bersama dalam satu rumah. Oleh sebab itu, yang kita perlukan adalah solidaritas kekeluargaan, toleransi, hidup saling mengasihi dalam persaudaraan. 

Pose Bersama Gubernur NTT, Walikota Kupang, Pemimpin Agama
Syukuran/perayaan yang berlangsung hikmat dalam keharmonisan ini juga dimeriahkan oleh puji-pujian dan tarian penyembahan dari Grup Qasidah Masjid Mujahidin Oepura, Paduan Suara VOICE OF CARMEL Gereja St. Joseph Naikoten, Vocal Group SELEMIA Voice Jemaat Gunung Sinai Naikolan dan tarian Bali asuhan Sanggar Giri Agung Kertabuana Kupang. Acara syukuran/perayaan yang diselenggarakan oleh panitia perayaan Kelurahan Naikolan ini juga dihadiri oleh Walikota Kupang, Jonas Salean, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya, dan sejumlah SKPD.

Sabtu, 29 November 2014

KPK Menjemput “Bola Pertama” Di NTT

Marthen Dira Tome (Gambar: Pos Kupang)

Oleh: Pietro T. M. Netti

Senin, 17 November 2014, suasana Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Nusa Tenggara Timur di Jl. Jend. Soeharto, depan kampus Universitas Nusa Cendana lama, dikejutkan dengan kedatangan sejumlah aparat berseragam Brimob Polda Nusa Tenggara Timur dengan bersenjata lengkap. Kedatangan anggota Brimob secara mendadak ini sempat membuat panik para pegawai di dinas setempat yang baru saja melaksanakan apel pagi (Apel Kesadaran tiap tanggal 17).

“Mungkinkah ada kasus tindak kejahatan/kriminal yang sedang terjadi? Atau mungkinkah ada teror yang dilancarkan oleh orang tidak dikenal yang mengancam keselamatan kantor dan karyawan?”

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka di benak pegawai-pegawai saat itu. Suasana baru sedikit mencair ketika di antara kurang lebih sepuluh personil Brimob tersebut terdapat pula aparat penegak hukum lainnya yang mengenakan rompi yang bertuliskan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Walaupun demikian, suasana tetap menegangkan, karena kehadiran para aparat penegak hukum ini (KPK) tidak disangka-sangka sebelumnya oleh para karyawan.

“Kami tidak menyangka sama sekali KPK akan datang! Tidak ada pengumuman atau pemberitahuan sebelumnya!”, ungkap beberapa karyawan.

Kehadiran KPK di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi NTT terkait dengan penyelidikan kasus tindak pidana korupsi dana Pendidikan Luar Sekolah (PLS) tahun 2007. Kasus korupsi ini melibatkan Bupati Sabu Raijua, Marthen Dira Tome, yang pada waktu itu menjabat sebagai Kepala Bidang PLS. Status orang nomor satu di Kabupaten Sabu Raijua telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, setelah sekian lama terkatung-katung di Kejaksaan Tinggi NTT.  

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, dalam pengelolaan dana PLS ditemukan penyaluran dana yang tidak sesuai peruntukkannya yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp. 77 miliar (Pos Kupang).

Penetapan status tersangka kepada Marthen oleh KPK ini menjadi sorotan tersendiri bagi masyarakat NTT pada umumnya, mengingat NTT adalah salah satu Propinsi yang belum pernah dijamah oleh KPK sebelumnya. Dari sekian banyak kasus korupsi di Indonesia yang ditangani, dan sekian banyak tersangka koruptor yang ditetapkan oleh KPK, belum ada satupun kasus korupsi di NTT yang ditangani oleh KPK. Begitu pula dengan belum adanya satu pun tersangka koruptor di NTT yang ditetapkan oleh KPK.

Memang telah banyak tersangka kasus korupsi yang sudah ditangani oleh pihak Kepolisian dan Kejaksaan dan dijebloskan ke dalam penjara, tapi tingkat kepuasan masyarakat belum sepenuhnya terobati jika bukan KPK yang menanganinya langsung. Mengingat pula pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi ini memang untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.

“Para koruptor seharusnya digilas sendiri oleh KPK!”, demikian harapan masyarakat NTT.

Saat ini masyarakat NTT mulai melihat titik terang pemberantasan korupsi di NTT, walaupun masih banyak kasus yang diduga menyelewengkan uang negara ini belum sepenuhnya tersentuh oleh KPK. “Bola pertama” telah dijemput KPK, dan kiranya KPK akan terus menjemput “bola-bola” berikutnya yang masih bebas “menggelinding” di tanah Flobamora (Flores, Sumba, Timor, Alor) baik di tingkat propinsi maupun di tingkat kabupaten/kota.

[http://regional.kompasiana.com/2014/11/28/kpk-menjemput-bola-pertama-di-ntt-689030.html]

Jumat, 28 Februari 2014

Labuan Bajo: Tujuan Wisata Terfavorit 2014


GK Online, Kupang—Labuan Bajo menjadi tujuan wisata terfavorit tahun 2014. Demikian sebuah situs pencarian perjalanan global, Skyscanner, memprediksi sejumlah wilayah yang akan menjadi tujuan wisata paling favorit dikunjungi pada 2014. 

Skyscanner merilis data sepuluh wilayah lokal di Indonesia yang akan popular pada tahun 2014. Labuan Bajo menempati peringkat pertama daerah tujuan wisata paling favorit dengan presentasi 178%, disusul Belitung 137%, Pontianak 44%, Bandung 32%, Malang 25%, Pangkal Pinang 23%, Mataram 23%, Bali, Tarakan, dan Bandar Lampung.

Dalam ‘press release’nya yang diterima ANTARA News, pihak Skyscanner mengemukakan wisata dalam negeri akan terus tumbuh terutama di akhir pecan. Hal ini sejalan dengan upaya terpadu yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Perekonomian Kreatif untuk mempromosikan perjalanan domestic termasuk di dalamnya pembangunan bandara-bandara baru dan hotel-hotel mewah sebagai pendukung.

Persiapan-persiapan acara seperti KTT APEC pada Oktober 2013 lalu membuat kemajuan dalam pembangunan infrastruktur yang menyediakan koneksi yang lebih baik bagi wisatawan dalam negeri ke tujuan-tujuan wisata lokal yang layak dikunjungi.

Begitu pula dengan kebijakan cuti bersama dari pemerintah dan pemberian tambahan libur turut mendorong wisata domestik.

Sumber: ANTARA News

Rabu, 26 Februari 2014

Sekolah Sulit Deteksi Siswi Pekerja Seks


GK Online, Kupang--Penegakan aturan dan sanksi yang tegas terutama di sekolah, merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah praktik menyimpang para siswa.

Praktik seks bebas dan pekerja seks di kalangan siswa dilakukan sangat tersembunyi dan rapi, sehingga menyulitkan sekolah mendeteksi praktik tersebut. Praktik pekerja seks di kalangan siswa ibarat pencuri, yang  dilakukan sangat rapi dan cerdik.

Demikian dikatakan Kepala SMAN 1 Kupang Bapa Muda kepada VN, Senin (24/2). Praktik menjual diri para siswi diduga dilakukan di luar jam sekolah. Sehingga, sekolah tidak pernah mengetahui adanya praktik seperti itu.

“Praktek semacam ini kemungkinan ada. Namun, untuk lembaga ini belum pernah. Apalabila kedapatan, langsung dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya.
 
Menurutnya, perilaku negatif yang dilakukan itu tidak boleh terjadi. Pendidikan sesungguhnya mengajarkan agar siswa menjadi manusia  bermartabat. Lemahnya emantauan dari orangtua, menjadi salah satu indikator terjadinya praktik jual diri seperti itu.

“Orangtua tidak pernah membedah anak-anaknya, khususnya aksesoris canggih yang dimiliki anak tersebut. Seharusnya, orangtua menanyakan aksesoris yang berlebihan yang dimiliki,” katanya.

Bapa Muda mengatakan, penegakan aturan dan sanksi yang tegas, merupakan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya praktik menyimpang demikian terutama di sekolah. Dengan aturan yang tegas, para siswa  bisa diatur dan akan lebih terarah dan teratur.

“Sekolah ini sudah menerapkan aturan, seperti penggunaan pakaian yang rapi dan sopan. Di antaranya, siswi tidak boleh menggunakan rok mini, dan apalabila melanggar akan dihitung point sanksinya. Jika terus dilakukan maka akan dikeluarkan dari sekolah,” tegas Bapa Muda.

Sebetulnya, pencegahan perilaku menyimpang harus mulai dari keluarga. Orangtua harus mengawasi perilaku dan memberi ruang komunikasi pada anak, serta menyediakan ruang untuk komunikasi bersama. Kemajuan sangat berdampak pada terpuruknya perilaku jika tidak dalam pengawasan ketat orangtua.
 
Indri Tokan, siswi SMAN 1 Kupang mengatakan, menggunakan HP canggih, memudahkan akses pengetahuan melalui internet.

“Iptek menuntut supaya kita bisa bersaing. Dengan mengakses Iptek melalui HP yang canggih, sangat membantu memudahkan pembelajaran,” katanya.
 
Memperhatikan penampilan sejumlah temannya yang berlebihan, kata dia, merupakan modus. Siswi yang berbusana ketat dan mini seolah memamerkan tubuh sangat mengganggunya.

Sebetulnya, kata Indri, aturan sudah sangat jelas, tetapi masih sengaja dilanggar. Kurangnya ketegasan dan pengawasan dari orangtua menyebabkan anak berpakaian seperti itu.

“Orangtua saya tidak memberi toleransi pada pakaian mini. Kalau menggunakan celana mini, harus ditutup sarung bila hendak keluar,” katanya.

Sebelumnya, pemerhati masalah sosial Balkis Soraya Tanof mengatakan, pelacuran anak usia sekolah yang kian marak di Kota Kupang merupakan fenomena revolusi seksual bebas di tengah masyarakat modern yang kapitalis. Secara sosiologis disebabkan terjadinya disorganisasi sosial. Kurangnya pengawasan orangtua juga menjadi penyebab anak-anak berperilaku menyimpang seperti itu.

Solusinya, pemerintah perlu membuat regulasi yang melarang pelacuran dan perdes tentang orang-orang yang melakukan seks bebas sebelum menikah.

“Orangtua harus memenuhi hak anak untuk mendapat kasih sayang, perlindungan ekonomi, dan hak pendidikan formal serta nilai-nilai spiritual, dan adat. Masyarakat dan tokoh agama harus berperan aktif memberikan pencerahan moral dan spiritulitas dan ikut terlibat melakukan pengawasan dan memberikan sanksi kepada remaja dan tempat-tempat prostitusi terselubung,” tegasnya.

Sumber: Victory Media

Jumat, 21 Februari 2014

Syarat Publikasi di GEMA KUPANG ONLINE


GK Online-Kupang: GEMA KUPANG ONLINE (GK Online) adalah media informatif, inspiratif & konstruktif yang mengemban misi Perubahan untuk Pembaruan. Tulisan-tulisan yang akan dipublikasikan perlu memenuhi hal-hal sebagai berikut:

“Berita/informasi yang disampaikan harus bersifat aktual, faktual dan bertanggung jawab, tidak menyerang pribadi tertentu, tidak tendensius, tidak profokatif, tidak memecah-belah, dan tidak melakukan penghinaan/pelecehan terhadap SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).”

“Ide/gagasan yang disampaikan harus bersifat inspiratif dan kostruktif yang dapat memberi semangat/inspirasi yang positif, cara pandang dan pola pikir yang baru, menambah/memperkaya wawasan ilmu dan pengetahuan, serta membangun dan meningkatkan nilai-nilai etika dan kemanusian yang berbudipekerti.”

“GK Online menyiapkan ruang kreasi bagi volutir-voluntir GK Online untuk dapat berkontemplasi dan bebas mengekspresikan diri dalam karya dan kreasi demi meningkatkan dan memperkokoh kualitas nilai-nilai  kehidupan (rohani, mental dan spiritual).” 

Tulisan yang akan dipublikasikan, dapat di kirim ke Email: gemakupang@gmail.com dengan melampirkan (attach file) file document dan gambar/foto yang berhubungan dengan tulisan (jika ada) atau foto pribadi (jika ingin ditampilkan di GK Online. Selamat bergabung! [Admin]

Menjadi Pewarta/Penulis Voluntir di GEMA KUPANG ONLINE


GK Online-Kupang: GEMA KUPANG ONLINE (GK Online) membuka kesempatan seluas-luasnya kepada pembaca GEMA KUPANG ONLINE yang memiliki minat dan bakat menulis untuk turut berpartisipasi sebagai pewarta/penulis voluntir di blog berita ini.

Bagi yang berminat menjadi pewarta (jurnalis) dan penulis (pengarang) di kemudian hari bisa memulainya di GK Online sebagai ajang mengasah dan mengembangkan ketrampilan menulis baik penulisan berita maupun penulisan-penulisan lainnya.

Begitu pula GK Online mengharapkan partisipasi dari para pewarta dan/atau penulis senior dan professional untuk bisa memberikan sumbangan-sumbangan pikiran melalui tulisan-tulisannya untuk sebuah perubahan menuju pembaruan. 

Tulisan dapat dikirim melalui Email: gemakupang@gmail.com dengan melampirkan (attach file) file document dan foto/gambar  yang berhubungan dengan tulisan (jika ada) atau foto pengirim (jika ingin ditampilkan di GK Online. Selamat bergabung! [Admin]

GEMA KUPANG ONLINE Mengemban Misi: Perubahan untuk Pembaharuan


GK Online-Kupang: GEMA KUPANG ONLINE (GK Online) hadir sebagai salah satu media online alternatif yang mengemban misi Perubahan untuk Pembaharuan.

Sebagai sebuah media, GK Online tidak sekedar hadir untuk meramaikan dunia maya, tapi GK Online hadir dengan sebuah tekad/komitmen untuk menyajikan informasi-informasi yang berguna dan bermanfaat bagi pembaca.

GK Online ingin memberi andil positif dalam membuka wawasan, menginspirasi, member cara pandang baru, membentuk pola pikir positif, dan membangun semangat juang yang tinggi dalam menjalani kehidupan.

GK Online hadir untuk kita! [Admin]

GEMA KUPANG ONLINE: Media Informatif, Inspiratif & Konstruktif.


GK Online-Kupang: GEMA KUPANG ONLINE (GK Online) telah resmi diluncurkan pada Jumat, 21 Februari 2014 sebagai salah satu media online alternatif yang dipersembahkan kepada pembaca yang ingin mengetahui informasi & peristiwa-peristiwa penting,  kemajuan ilmu & pengetahuan dalam segala bidang kehidupan, dan perkembangan dunia hiburan.

Secara spesifik, GK Online akan menghadirkan rubrik-rubrik (kategori tulisan) sebagai berikut:  

  1. Berita (Kupang-NTT, Dalam Negeri & Manca Negara),
  2. Artikel (Feature, Opini & Esai),
  3. Kreasi (Puisi, Cerita & Seni),
  4. Rekreasi (Wisata & Hobi),
  5. Orkes (Olahraga & Kesehatan),
  6. aneka Tutorial (Blogger & Musik),
  7. Hiburan (Musik, Film, Artis & Gema Humor), dan
  8. Serba-Serbi.

Penyajian berita/informasi dan lain-lain, disamping hasil liputan GK Online, juga bersumber pada liputan-liputan di media-media lokal, nasional, internasional, dan media-media online lainnya. Setiap pengutipan akan dicantumkan/disertakan dengan sumber (atau link) yang jelas darimana kutipan tersebut diambil. [Admin]

Selamat Datang di GEMA KUPANG ONLINE!

GK Online-Kupang: Selamat Datang di GEMA KUPANG ONLINE (GK Online)! Pada hari ini, Jumat, tanggal 21 Februari 2014, dengan penuh rasa syukur kami, administrator GK Online, melakukan launching perdana GK Online sebagai salah satu media online alternatif yang berasal dari Kupang-Nusa Tenggara Timur.

GK Online adalah salah satu blog berita yang ingin membagi berita/informasi dan tulisan-tulisan (posting-posting) penting lainnya kepada pembaca yang terus haus akan pesatnya kemajuan & perkembangan ilmu pengetahuan dalam berbagai segi kehidupan. 

GK Online adalah Blog Berita dari Kupang; Media Informatif, Inspiratif &Konstruktif, yang mengemban misi Perubahan untuk Pembaharuan. [Admin]