Monumen Jalesveva Jayamahe | Surabaya (Gambar: Skyscrapercity.com) |
Oleh: Pietro T. M.
Netti
Indonesia adalah negara kepulauan (archipelagic state) yang memiliki perbandingan luas wilayah laut dan
daratan sebesar 70% : 30%. Luas keseluruhan wilayah Indonesia didominasi oleh
2/3 wilayah laut dan hanya 1/3 wilayah daratan. Di samping itu, letak geografis
Indonesia pun sangat strategis, terletak di antara dua buah benua (Benua Asia
dan Benua Australia) dan dua buah samudera (Samudera Hindia dan Samudera
Pasifik).
Laut menjadi fokus perhatian pemerintah saat ini di bawah
kepemimpinan Presiden Ir. Joko Widodo. Menurut Presiden RI ke-7 ini, selama ini
kita selalu “memunggungi laut”, dan
tidak pernah menatap dan memanfaatkan potensi laut secara optimal untuk
kemakmuran rakyat. “Jalesveva Jayamahe”
(Di Lautan Kita Jaya) hanya menjadi
sebuah slogan kosong tanpa implementasi nyata bagi rakyat. Kini tiba saatnya
menjadikan laut sebagai sumber daya yang terlupakan selama ini untuk kejayaan
bangsa dan negara Indonesia.
Begitu pula dengan letak geografis Indonesia yang sangat
strategis ini akan dan bahkan telah menyita perhatian bangsa-bangsa lain di
dunia ini. Dengan demikian, sadar atau tidak, Indonesia sudah pasti menjadi
begian penting bagi perekonomian dunia. Apalagi saat ini Asia Pasifik telah
menjadi destinasi perekonomian dunia. Program pemerintah di bawah pemerintahan
Jokowi yang menitikberatkan pada pemberdayaan kelautan dan kemaritiman patut disambut positif dan optimistis oleh
seluruh komponen bangsa. Visi dan misi Jokowi yang sangat melekat dalam
ingatan kita adalah pembangunan “Tol
Laut” di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai “Pusat Maritim Dunia”.
Pembangunan “Tol
Laut” dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wilayah yang
dapat menjangkau ke seluruh pelosok nusantara. Sedangkan merealisasikan
Indonesia sebagai “Pusat Maritim Dunia”
menjadi hal mutlak untuk menjawab era perekonomian modern masa kini dan masa-masa
yang akan datang, yang sudah tentu akan berdampak positif pada kesejahteraan,
kemakmuran dan kemajuan bangsa Indonesia ke depannya.
Untuk menunjang terlaksananya visi dan misi tersebut,
Jokowi membentuk Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan menunjuk
Indroyono Soesilo sebagai menterinya. Langkah kerja awal telah dilaksanakan oleh pemerintah melalui Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP) yang di komandani oleh Susi Pudjiatuti dengan
melakukan gebrakan operasi laut
secara besar-besaran. Hasilnya, puluhan perahu/kapal nelayan asal Malaysia
ditangkap saat sedang “mencuri” di
perairan Indonesia, dan penahanan sejumlah manusia perahu yang tidak jelas
kewarganegaraannya. Penangkapan dan
wacana pemusnahan/penenggelaman sejumlah perahu/kapal
maling asal Malaysia ini mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan
dan rakyat Indonesia.
Presiden Jokowi pun secara tegas menginstruksikan untuk
tidak mentoleransi kapal-kapal asing yang mencuri di perairan Indonesia. Jokowi
memerintahkan agar kapal asing yang kedapatan mencuri ikan tersebut lebih baik
langsung ditenggelamkan saja (republika.co.id). Sikap tegas Presiden ini
mendapat tanggapan reaktif dari sebuah media lokal di Malaysia (Utusan Malaysia) yang langsung mencap
Jokowi sebagai proxy (boneka atau kepanjangan tangan) Amerika
Serikat dengan sejumlah alasan-alasan subyektif. Dan lucunya lagi, Utusan Malaysia ini berusaha membangun opini untuk mengadudomba rakyat Indonesia dengan
Presiden Jokowi atas kebijakan-kebijakan menaikkan harga BBM dan lain-lain. Dan
lebih lucunya lagi, media ini malah cenderung ingin mencampuri urusan dalam
negeri Indonesia (“Ha3x..lucu!”).
“Go to hell, Utusan
Malaysia!”
Untuk merealisasikan semboyan “Jaleveva Jayamahe”, memang perlu kerja extra keras dari pihak pemerintah Indonesia beserta jajarannya.
Indonesia yang kaya akan potensi kelautan dan kemaritimannya perlu mendapat prioritas
pemerintah dalam hal pengamanan wilayah laut oleh aparat keamanan dari
pencurian dan penangkapan ikan ilegal (illegal
fishing) oleh nelayan-nelayan asing yang sangat merugikan negara.
Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto, mengungkapkan bahwa illegal fishing yang marak terjadi di perairan Indonesia ini
menyebabkan kerugian negara sebesar US$ 25 miliar atau sekitar Rp. 300 triliun
per tahun. Di samping mencegah adanya ilegel
fishing oleh pihak-pihak asing, pengamanan wilayah laut Indonesia juga merupakan
wujud dari menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prioritas pemerintah berikutnya adalah memanfaatkan potensi
dan sumber daya kelautan dan kemaritiman kita untuk sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat Indonesia. Pemerintah pun dapat memfasilitasi para nelayan Indonesia
(khususnya nelayan tradisional) dengan teknologi penangkapan ikan yang modern,
ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable),
sehingga dapat meningkatkan taraf hidup nelayan menjadi lebih baik dan lebih
baik ke depannya.
Prioritas berikut yang sama pentingnya adalah sebagaimana
yang disebut-sebut oleh Jokowi yakni membangun dan memperbaiki infrastruktur kelautan
yang dapat menunjang akses dari pulau yang satu ke pulau yang lain. Infrastruktur
kelautan yang sudah ada perlu dilakukan pemeliharaan dan ditingkatkan kualitas
dan kapasitasnya. Pembangunan infrastrukur kelautan yang dimaksudkan antara
lain: pembangunan dermaga, pelabuhan, perbaikan dan pengadaan kapal-kapal
nelayan, angkutan dan transportasi laut, dan sebagainya.
Dengan demikian maka pembangunan infrastruktur kelautan
ini, di samping menjadi akses dari pulau ke pulau, juga bisa berperan menunjang
pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wilayah yang lebih baik dan merata di
seluruh wilayah Indonesia. Demikian pula pembangunan infrastruktur kelautan
dapat memicu/merangsang tumbuhnya sektor-sektor perekonomian baru dan
berkembangnya sektor-sektor perekonomian yang sudah ada. Dan manfaat lain sebagai
dampak ikutan dari pembangunan infrastruktur kelautan di Indonesia sebagai negara
kepulauan ini adalah sebagai alat pemersatu bangsa.
Akhirnya, semoga pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan
Presiden Ir. Joko Widodo dapat merealisasikan visi dan misi-nya yang
berhubungan pemanfaatan kekayaan laut dan sumber daya laut dan maritim, dan
pembangunan “Tol Laut” untuk
kesejahteraan, kemakmuran dan kejayaan seluruh rakyat Indonesia.
“Jalesveva Jayamahe:
Di Laut Kita Jaya!”
SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
BalasHapusDEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<
SAYA MAS JOKO WIDODO DI SURABAYA.
DEMI ALLAH INI CERITA YANG BENAR BENAR TERJADI(ASLI)BUKAN REKAYASA!!!
HANYA DENGAN MENPROMOSIKAN WETSITE KIYAI KANJENG DIMAS DI INTERNET SAYA BARU MERASA LEGAH KARNA BERKAT BANTUAN BELIU HUTANG PIUTAN SAYA YANG RATUSAN JUTA SUDAH LUNAS SEMUA PADAHAL DULUHNYA SAYA SUDAH KE TIPU 5 KALI OLEH DUKUN YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB HUTANG SAYA DI MANA MANA KARNA HARUS MENBAYAR MAHAR YANG TIADA HENTINGNYA YANG INILAH YANG ITULAH'TAPI AKU TIDAK PUTUS ASA DALAM HATI KECILKU TIDAK MUNKIN SEMUA DUKUN DI INTERNET PALSU AHIRNYA KU TEMUKAN NOMOR KIYAI KANJENG DI INTERNET AKU MENDAFTAR JADI SANTRI DENGAN MENBAYAR SHAKAT YANG DI MINTA ALHASIL CUMA DENGAN WAKTU 2 HARI SAJA AKU SUDAH MENDAPATKAN APA YANG KU HARAPKAN SERIUS INI KISAH NYATA DARI SAYA.....
…TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA AKI KANJENG…
**** BELIAU MELAYANI SEPERTI: ***
1.PESUGIHAN INSTANT 10 MILYAR
2.UANG KEMBALI PECAHAN 100rb DAN 50rb
3.JUAL TUYUL MEMEK / JUAL MUSUH
4.ANGKA TOGEL GHOIB.DLL..
…=>AKI KANJENG<=…
>>>085-320-279-333<<<